Site Loader
Order #EwasteRJbook
Sekretariat: Jl Jatipadang Poncol no 19 Jakarta

Community Meet Up

Social Media Week adalah sebuah acara yang menampilkan provocative speakers, innovators, thought leaders (global & local) yang akan membahas mengenai bagaimana teknologi dan social media bisa membuat suatu perubahan untuk kehidupan yang lebih produktif. Social Media Week merupakan acara internasional dan untuk Indonesia diwakili oleh Jakarta yang diadakan di The Hall Senayan City 22-26 Februari 2016. Tema Social Media Week tahun ini adalah “The Invisible Hand: Hidden Forces of Technology – And How We Can Harness It For Good”.

Salah satu mata acara pada Social Media Week adalah Community Meet Up berupa workshop & sharing session. Qlue sebagai salah satu partisipator mengisi acara Community Meet Up pada hari Jumat, 26 Februari 2016 lalu. Qlue membawakan tema “Memanfaatkan Teknologi Inisiatif #BeraniBerubah Menjadi Solusi permasalahan kota” dalam acara Community Meet Up dengan mengundang beberapa speaker, antara lain:

  1. Founder Qlue
  2. Kepala Dinas Kebersihan
  3. Kepala Dinas Bina Marga
  4. Direktur Utama Transjakarta
  5. Founder Bersih Nyok
  6. Founder Woy Tertib Woy
  7. Perwakilan Indorunners

Qlue #BeraniBerubah

Sebelum membahas lebih detail, apa sih Qlue itu?

Qlue adalah sebuah aplikasi smartphone yang merupakan penggabungan social media dan Internet of Things (IoT). Aplikasi Qlue memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhannya terkait masalah kebersihan, kemacetan lalu lintas, jalanan rusak, dan masalah fasilitas umum lainnya. Qlue akan memastikan seluruh keluhan yang masyarakat upload dapat didengar dan kemudian ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah dan swasta. Keluhan akan direkap oleh Qlue berdasarkan tanggal, waktu, lokasi, dan label. Pada aplikasi Qlue terdapat 3 (tiga) warna indikator, yaitu merah untuk laporan atau keluhan yang belum ditindaklanjuti, kuning untuk laporan atau keluhan yang sedang dalam proses, sedangkan hijau untuk laporan atau keluhan yang sudah ditindaklanjuti.

Hampir seluruh speaker menyebutkan bahwa Qlue dapat membantu untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan serta pelaporan ke atasan. Pengontrolan dan pelaporan tersebut bergantung pada tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun Swasta dalam mengatasi beberapa permasalahan yang ada di Jakarta, seperti berikut ini.

  • Kebersihan yang sangat berkaitan erat dengan masalah sampah

Semenjak ada Qlue sebagai bentuk pengontrolan kepada bawahan, Dinas Kebersihan sudah memecat 200 pekerja harian lepasan titipan yang tidak bekerja dengan benar. Kemudian, saat ini juga dapat dengan cepat mengangkut sampah-sampah yang menumpuk dari laporan yang masuk ke Qlue. Selain itu, untuk dapat menunjang tindak lanjut laporan dari Qlue, Dinas Kebersihan juga saat ini telah memiliki truk, road sweeper dan alat berat yang memiliki GPS.

  • Transportasi umum

Salah satu transportasi umum adalah Transjakarta. Dengan adanya Qluetransit, PT. Transjakarta bisa mengetahui waktu tiba bis dan kepadatan penumpang di halte. Dengan demikian, PT. Transjakarta dapat lebih hemat budget, lebih cepat menangani / melakukan follow up dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. Selain itu, ada impact lain berupa lebih fleksibelnya antar karyawan di PT. Transjakarta, misalnya tim yang melakukan follow up terhadap laporan dari Qlue saat ini bisa crossfunction ke atasan tidak terpaku dengan sistem hierarki yang acapkali terjadi di Indonesia. Untuk selanjutnya, PT. Transjakarta berharap agar masyarakat juga dapat memfoto pelanggar yang masuk ke jalur busway.

  • Jalan, genangan, galian, dan trotoar

Dengan adanya Qlue, Dinas Binamarga dapat terbantu untuk mengetahui kondisi atau lokasi jalan berlubang atau rusak, jalan tergenang, drainase mampet, galian kabel yang mengambil jalur kendaraan, dan trotoar yang rusak, diisi dengan pedagang kaki lima liar ataupun dilewati kendaraan roda dua. Salah satu komunitas yang sudah aktif menggunakan Qlue adalah Indorunners. Saat mereka melakukan lari dari 5 (lima) wilayah Jakarta menuju Balai Kota, mereka melaporkan tentang kebersihan, tata tertib dan trotoar yang buruk yang menyebabkan salah satu anggota Indorunners cedera.

  • Ketertiban

Perihal ketertiban terdapat komunitas bernama Woy Tertib Woy yang mengutamakan brain awareness dan social awareness terkait ketertiban di masyarakat Jakarta yang dewasa ini semakin sering dilupakan. Dengan adanya Qlue, masyarakat bisa langsung action untuk menegur orang lain yang tidak tertib.

Pojok Keluhan

Pada acara Social Media Week ini, Qlue juga menyediakan Pojok Keluhan untuk masyarakat yang memiliki ide brilian untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada di Jakarta yang kemudian dilombakan dan dicari 5 (lima) ide terbaik. Nah dari sekian banyak yang menyampaikan aspirasinya di Pojok Keluhan termasuk RJ (Rafa Jafar) dengan ide pengembangan ewasteRJdropzone, didapatlah 5 (lima) pemenang Pojok Keluhan. Kelima pemenang tersebut mengusungkan ide mengenai pengumpulan database terintegrasi sehingga memudahkan proses birokrasi, penanaman tanaman buah di taman-taman Jakarta, penyediaan parkir sepeda, mengingatkan orang lain untuk membuang sampah pada tempatnya, dan memasukkan ke kurikulum sekolah untuk melakukan operasi semut membersihkan sampah sebelum dan sesudah jam pelajaran sekolah.
DSCN7860

Speaker bersama 5 Pemenang Pojok Keluhan 

Walaupun ewasteRJ belum jadi 5 terbaik, semoga soon bisa kerjasama sama qlue yaa buat gerakan ewasteRJdropzone ciptaan RJ. Karena berdasarkan penuturan dari Founder Qlue (Rama Raditya), salah satu next plan Qlue adalah penyediaan Qlue Smart Bin berupa tempat sampah berbahan anti air yang memiliki sensor jika sudah penuh yang akan diletakkan di taman-taman dan langsung akan memberikan sinyal ke Dinas Kebersihan untuk dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Kebersihan. Siapa tau smart binnya bisa untuk sampah elektronik juga kedepannya.
(PW)

Post Author: ewasteRJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *