Site Loader
Order #EwasteRJbook
Sekretariat: Jl Jatipadang Poncol no 19 Jakarta

Saat ini kota-kota di dunia menghasilkan hingga 1,3 miliar ton sampah setiap tahunnya. Bahkan, menurut Bank Dunia pada tahun 2025, diperkirakan jumlah ini akan bertambah hingga 2,2 miliar ton. Dewasa ini sampah menjadi salah satu permasalahan yang harus ditangani dengan serius, mulai dari level masyarakat dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga level pemerintah pusat sebagai pengelola manajemen persampahan.

Buruknya manajemen sampah dapat menjadikan sampah sebagai bom waktu perenggut nyawa. Hari Peduli Sampah Nasional, atau juga dikenal sebagai HPSN, yang diperingati setiap tanggal 21 Februari mulai dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2006. Hal ini dipicu oleh tragedy longsornya sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah, Jawa Barat, pada tahun 2005 akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana yang mengakibatkan lebih dari 150 jiwa melayang dan menimbun 2 permukiman (Cilimus dan Pojok).

HPSN setiap tahunnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam tahapan pengelolaan sampah. Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat (Sudinsih Jakbar) menyelenggarakan Gerakan Pungut Sampah (GPS) sehari sebelum HPSN, yaitu tanggal 20 Februari 2016, di 8 kecamatan di Jakarta Barat yang turut melibatkan lebih dari 50 bank sampah. Namun GPS yang dilakukan tidak seperti GPS pada umumnya, Sudinsih Jakbar berinisiatif untuk melakukan GPSE, atau Gerakan Pungut Sampah Elektronik, di samping GPS biasa. Sudinsih Jakbar menyadari bahayanya kandungan racun dan logam berat dalam sampah elektronik sehingga muncul program GPSE di wilayah Jakarta Barat yang bekerjasama dengan komunitas ewasteRJ sebagai pengumpul sampah elektronik.


Sampah elektronik dari 8 kecamatan dikumpulkan di bank sampah di wilayah masing-masing baru kemudian diangkut ke Gedung Sudinsih Jakbar untuk diserahkan pada ewasteRJ. Tes-Amm, mitra ewasteRJ yang merupakan perusahaan pengolah khusus sampah elektronik, kemudian akan “menjemput” sampah elektronik yang telah dikumpulkan tersebut untuk selanjutnya diolah dan didaur ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

Tidak berhenti sampai di situ, komunitas ewasteRJ melanjutkan aksinya di Car Free Day (CFD) Jakarta dengan meletakkan box khusus sampah elektronik di dekat panggung acara puncak HPSN. EwasteRJ melakukan sosialisasi kepada para pengunjung CFD mengenai bahaya sampah elektronik dan gerakan ewasteRJ. Perwakilan Tes Amm turut hadir untuk memberikan penjelasan mengenai pengolahan sampah elektronik. Ternyata, keberadaan ewasteRJ bersama 2 box khusus sampah elektronik bernuansa hijau daun banyak mengundang perhatian pengunjung CFD dan beberapa awak media yang hadir. RJ pun mendapat kesempatan untuk naik ke atas panggung dan menjelaskan mengenai bukunya dan gerakan ewasteRJdropzone yang sedang digarapnya.


Pencemaran lingkungan akibat buruknya pengelolaan sampah mungkin tidak akan langsung kita alami dalam hitungan jam atau bahkan hitungan hari, tapi jangan lupa bahwa kelestarian alam saat ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk generasi mendatang. Semoga setelah ini semakin banyak yang peduli terhadap pengelolaan sampah ya, khususnya sampah elektronik yang mengandung racun dan logam berat yang dapat menjadi ancaman bagi lingkungan kita. Last but not least, please drop your ewaste in #ewasteRJdropzone
(SA)

Post Author: ewasteRJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *