RJ @ Morocco

Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (COP 22) 2016 diadakan di kota Marrakech, Maroko, pada 7-18 November 2016. Dua anak Indonesia diajak oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Abubakar untuk ikut mengisi acara di Paviliun Indonesia. Kedua teman kita tersebut adalah Assruro Wildan Mukholadun (11 tahun) siswa SD Islam Cikal Harapan BSD dan Muhammad Rafa Ibnusina Jafar (13 tahun), siswa kelas 2 SMP Labschool Kebayoran.

Fara Jafar (kiri) dan Wildan Assruro (kiri) terpilih menjadi duta cilik Konferensi Perubahan Iklim PBB 2016 di Maroko. Sumber foto: FB Farahdibha Tenrilemba

Rafa Jafar (kiri) dan Wildan Assruro (kanan) terpilih menjadi duta cilik Konferensi Perubahan Iklim PBB 2016 di Maroko. Sumber foto: FB Farahdibha Tenrilemba

 

Teman-teman pasti penasaran, kenapa kedua teman kita ini diajak ke Maroko, kan? Ya, soalnya Wildan dan Rafa Jafar ini sudah memiliki proyek pribadi untuk ikut mengatasi perubahan iklim dunia. Keren, kan!

Wildan sudah membuat film dokumenter berjudul Yok Jaga Lingkungan. Film tersebut mengisahkan tentang banjir, kebakaran hutan, dan kegiatan menanam pohon. Film tersebut terpilih menjadi juara pertama pada lomba membuat film bertema lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Tangerang Selatan. Ternyata, film tersebut mendapat pujian dari Ibu Menteri.

Kalau Rafa Jafar ikut mengatasi perubahan iklim dengan gerakan e-waste yang telah dituangkan dalam bukunya yang berjudul E-Waste (Sampah Elektronik). Rafa juga telah memulai gerakan mengumpulkan sampah elektronik dengan menaruh kotak khusus untuk membuang barang-barang elektronik yanag sudah tidak terpakai di beberapa tempat. Setelah sampah elektronik tersebut terkumpul, lalu dia bawa ke pabrik untuk diolah atau dihancurkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Kita juga bisa melakukan hal kecil untuk ikut mengatasi perubahan iklim dunia, seperti yang dilakukan Wildan dan Rafa Jafar. Menghemat kertas, menghemat listrik, menghemat air, mematikan AC saat tidak digunakan, mengonsumsi buah dan sayuran lokal, merupakan contoh mudah yang bisa kita lakukan.

 

sumber: http://kidnesia.com/Boleh-Tahu/Serba-Serbi/Anak-Indonesia-Duta-Konferensi-Perubahan-Iklim-Di-Maroko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *